Kategori

Minggu, 21 Februari 2016

5 Percobaan Psikologi Paling Gila dalam Sejarah


 Kali ini MoKeRi akan membagi file tentang 5 percobaan psikologi paling gila dalam sejarah, yang akan MoKeRi rangkaum dalam artikel berikut, cekibrot gan/sis !

  Psikologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang baru popular di abad ke-20. Selama beberapa puluh tahun, ilmu ini berkembang dengan sangat pesat hingga tak bias dikontrol lagi. Psikologi semakin gencar mempelajari kebiasaan, perilaku, hingga gangguan yang terkait dengan mental pada manusia. Sayangnya percobaan ini akan sulit terjadi, jika tidak melihat secara langsung situasi nyata orang yang sedang mengalami gangguan psikologi.

1.    Percobaan David Reimer
  Awalnya David adalah seorang pria, namun saat masih kecil, sebuah gangguan prosedur membuat organ kelaminnya terbakar. Untuk mengatasi hal ini, seorang dokter menyarankan agar si bayi ganti kelamin saja. Orang tua David awalnya tak menyetujui permintaan ini. Namun akhirnya mereka menerima saja meski terpaksa. Mengetahui hal ini, dokter menjadi senang karena memiliki objek untuk uji coba dan pegamatan.
  Dokter ingin mengetahui bagaiman psikologi seseorang yang berganti kelamin. Ia mengamatinya dari tumbuh kembang David yang sanagt pesat. Suatu ketika David diberi tahu jika gender aslinya merupakan pria, bukan wanita yang saat ini sedang ia jalani. Selama nyaris 25 tahun menanggung beban moral dan mental, David akhirnya bunuh diri.

2.    Percobaan Isolasi pada Anak dengan Kera
  Percobaan yang dilakukan oleh Dr. Harry Harlow adalah percobaan yang sangatt mengerikan. Ia mengambil bayi kera jenis rhesus lalu menaruhnya dalam jeruji besi. Ia membiarkan kera itu di sana selama setahun untuk mengetahui reaksi yang terjadi pada psikologi kera. Jika pada kera berhasil, maka ia bisa membuat dugaan yang nyaris sama jika perlakuan itu diberikan kepada manusia.
  Percobaan ini berhasil membuktikan jika kera yang diisolasi mengalami depresi yang sangat hebat. Bahkan menjadi liar dan tak bisa disembuhkan lagi. Dari percobaan ini, Dr. Harry Harlow menyimpulkan jika bayi yang diisolasi bisa mengalami gangguan mental yang sangat berat, bahkan susah untuk disembuhkan lagi dengan sempurna.

3.    Percobaan Menguji Keprasahan
    Pada tahun 1965, seorang psikolog bernama Mark Seligman melakukan percobaan kepada 3 kelompok anjing. Ia ingin mengetahui apakah anjing memiliki sifat pasrah terhadap masalah yang ia hadapi. Mark memberi perlakuan berbeda pada 3 kelompok anjing yang akhirnya diamati perlakuannya secara saksama.
    Anjing ini diberi perlakuan yang sangat buruk. Ada yang diberi sengatan listrik hingga dilukai organ tubuhnya